Posted by: media surviva | 21 December 2011

Meniru Kepemimpinan dari CEO terkemuka

Jangan pernah berhenti bermimpi menjadi sukses. Apakah Anda ingin menjadi karyawan yang memegang jabatan tertinggi, atau menjadi pengusaha yang sukses, selalu ada nilai-nilai kehidupan yang bisa Anda jadikan pegangan. Bagaimana para CEO dunia ini mengelola kesuksesannya, bisa memberikan wawasan bagi kita untuk berjuang menjadi orang yang lebih baik. Berikut adalah enam CEO dan nilai-nilai kepemimpinan bisa dijadikan penuntun bagi pemilik bisnis baru, karyawan, maupun entrepreneur. Termasuk di dalamnya, Anda!

1. Steve Ballmer, CEO, Microsoft
Jadilah orang yang pantang mundur. “Nomor satu, ide-ide yang hebat itu penting. Kedua, temukan passion Anda. Dan nomor tiga, jadilah orang yang gigih, pantang mundur. Microsoft ditemukan dari satu ide bagus yang dimiliki Bill Gates dan Paul Allen, yang tidak dipunyai orang lain.”

2. Alan Mulally, CEO, Ford
Berkembang dalam menghadapi kesulitan; keberuntungan akan menguntungkan mereka yang berani. Mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir tidak begitu baik untuk industri otomotif adalah sesuatu yang sangat meremehkan. Brand Ford yang ikonik, seperti para kompetitornya, berada dalam kesulitan yang mengerikan. Hari ini, gerakan yang berani dan negosiasi yang cerdas telah membuat pembuat mobil tidak hanya tetap hidup, tetapi juga menghasilkan keuntungan.

3. Mark Pincus, CEO, Zynga
Sesuatu yang simpel bisa menjadi lebih baik. Dalam dunia dimana sesuatu yang lebih besar, lebih cepat, dan lebih mewah, menjadi kalimat kunci yang penting, Zynga membuktikan bahwa masih ada tempat untuk kesenangan yang bersahaja. Game di Facebook itu tidak berteknologi tinggi, namun kepopulerannya tidak terbantahkan di masyarakat Amerika.

4. Larry Page, CEO, Google
Kenali batasan Anda; selalu jaga ego Anda. Ketika Larry Page dan Sergey Brin mulai membangun Google, kedua pria ini telah meramalkan bahwa skill mereka belum tentu sejalan dengan nilai yang dapat dibawa seorang CEO. Oleh karena itu mereka merekrut veteran di bidang teknologi, Eric Schmidt, untuk memberikan supervisi yang diperlukan untuk membuat Google menjadi perusahaan yang sukses seperti sekarang.

5. Mark Zuckerberg, CEO, Facebook
Pikirkan jangka panjang, bukan kepuasan yang cepat. Orang yang sukses biasanya akan tergoda menjual perusahaannya, lalu menciptakan bisnis lain yang lebih hebat. Zuckerberg pun telah berulang kali menerima kesempatan untuk menjual social media-nya kepada peminat yang berani membeli dengan harga tinggi. Namun ia bertahan, karena percaya bahwa akan ada potensi yang lebih besar dan lebih baik di masa depan. Intuisinya tepat. Banyak analis bisnis memperkirakan nilai Facebook mencapai 100 milyar dollar saat ini.

6. Steve Jobs, CEO, Apple
Jadilah seorang visioner. Kesuksesan Apple hampir seluruhnya disebabkan oleh visinya. Ia sempat digulingkan dari perusahaan yang dibangunnya pada 1984. Namun para penerusnya: John Sculley, Michael Spindler, dan Gil Amelio, gagal mengangkat perusahaan tersebut. Sejak kembali ke perusahaan pada 1997, Jobs menunjukkan kemampuannya yang luar biasa untuk menciptakan visi ke depan. Ia memberikan sisi artistik pada lini produknya, dan menciptakan produk-produk yang layak diimpikan para pengguna, dan menghasilkan nilai harga yang lebih besar dari para kompetitornya. Jobs juga merancang ekosistem yang membawahi produk-produk Apple, termasuk aksesori dan layanannya (seperti iTunes dan App Store).

Sumber: Readers Digest

Posted by: media surviva | 21 November 2011

Kendala dan Persiapan Sebelum Memulai Usaha

Memantapkan langkah untuk mewujudkan niat memulai sebuah usaha, ternyata bukanlah perkara mudah bagi pribadi setiap orang. Berbagai macam kendala kerap dihadapi sebagian besar masyarakat, sehingga mereka enggan melanjutkan langkahnya untuk menekuni dunia usaha.

Kondisi seperti ini tentunya sering kita alami sebelum memutuskan terjun di dunia usaha. Karenanya, untuk membantu Anda memberanikan diri terjun di dunia bisnis, berikut ini kami informasikan beberapa kendala dan persiapan sebelum memulai usaha yang perlu Anda perhatikan dengan baik.

Kendala Memulai Usaha

Ketakutan akan kegagalan

Hampir semua orang mengurungkan niatnya untuk memulai sebuah usaha karena mereka takut menghadapi resiko kegagalan. Yang mereka inginkan hanyalah cara instan untuk meraih kesuksesan tanpa modal usaha yang cukup besar. Keadaan inilah yang sering menurunkan motivasi para pemula, sehingga mereka memilih mundur teratur dan mengubur dalam-dalam keinginan mereka untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Terbiasa dengan posisi nyaman

Pada kenyataannya tidak semua orang berani mengambil resiko besar dengan menekuni dunia usaha, mereka lebih memilih posisi aman dengan menjalani hidup nyaman sebagai seorang karyawan. Pola pikir seperti inilah yang menjadi kendala besar bagi kita untuk segera beralih dari jiwa seorang karyawan menjadi pengusaha sukses yang memiliki keberanian penuh untuk menghadapi segala rintangan.

Belum bisa fokus

Kendala yang ketiga yaitu belum bisa menemukan fokus usaha yang ingin ditekuni. Kebanyakan orang masih bingung ketika mereka hendak memulai sebuah usaha. Mereka menginginkan untung besar namun belum yakin dengan fokus usaha yang ingin mereka jalankan. Sehingga tidak heran bila mimpi mereka hanya menjadi impian kosong yang belum bisa terwujud karena kendala dari dalam dirinya.

Persiapan Memulai Usaha dan Persiapan Sebelum Memulai Usaha

Tentukan ide bisnisnya

Langkah pertama yang perlu Anda persiapkan adalah menentukan ide bisnis yang akan dijalankan. Pencarian ide bisnis tersebut bisa dimulai dari hobi maupun skill yang Anda miliki, selanjutnya bisa Anda tekuni sebagai peluang bisnis baru yang menjanjikan untung besar setiap bulannya. Selain itu, dalam menentukan ide bisnis yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan modal yang Anda miliki, mengetahui selera pasar, dan sesuai dengan bidang yang Anda sukai.

Siapkan modal untuk memulai usaha

Sebelum menjalankan sebuah usaha, penting bagi Anda untuk mengetahui seberapa besar modal usaha yang Anda butuhkan. Buatlah anggaran biaya serta analisa ekonomi dari bisnis tersebut, dan siapkan segala modal yang dimaksudkan. Mulai dari peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan, besarnya dana yang diperlukan, serta modal kemampuan yang perlu dikembangkan untuk mendukung kemajuan usaha Anda.

Hilangkan rasa gengsi Anda

Kebanyakan orang masih merasa gengsi bila mereka harus terjun langsung untuk menjalankan usaha dari nol. Padahal, memulai sebuah usaha membutuhkan niat, tekad, dan mental baja untuk bisa mewujudkan kesuksesan bisnis yang mereka impikan. Bahkan tak jarang seorang pemula harus berjuang seorang diri untuk merintis sebuah usaha, mulai dari mempersiapkan produk, lokasi usaha, mencari pasar, sampai melayani para konsumen. Karenanya, hilangkan rasa gengsi Anda untuk menjemput kesuksesan yang ada di depan mata.

Semoga sedikit informasi tips bisnis ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula untuk mempersiapkan diri mereka dalam memulai sebuah usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.