Posted by: master mesin | 27 January 2010

Kegemukan dan Membuncitnya Perut, Juga Solusinya

Kegemukan dan Membuncitnya perut dan Solusinya

Perut buncit, merupakan momok menakutkan bagi kaum hawa. Tak hanya berimbas pada penampilan saja. Namun, dapat pula mengganggu kesehatan, terutama jantung.Gaya hidup serbamodern sering dijadikan alasan mengapa orang zaman sekarang tidak suka berolahraga. Tak ayal, membuat penumpukan lemak di bawah perut tidak bisa terelakkan.

Untuk Anda yang tak ingin berperut buncit, lebih sering berolah tubuh dapat mengurangi risiko penumpukan lemak di perut. Usaha lain yang dapat ditempuh ialah mengurangi makanan berlemak atau yang berbasis karbohidrat sederhana seperti nasi putih, mie, roti, kue-kue manis.

Langkah tersebut dilakukan agar Anda tak memiliki perut yang buncit. Pasalnya, dengan kondisi tersebut dapat mengundang beragam macam penyakit.

Berdasarkan berita yang dirangkum dari Mayolin Clinic, Selasa (18/8/2009), berat badan berlebih (obesitas) disinyalir dapat menjadi penyebab penyakit kardiovaskular, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, serta kanker.

“Lemak berlebih pada perut, lebih berbahaya untuk kesehatan tubuh dibandingkan dengan lemak yang menumpuk di bagian pinggang atau paha,” ujar Michael Jensen, M.D., Endocrinology Specialist Mayo Clinic, Rochester, Minn.

Kelebihan lemak di bagian perut seringkali dihubungkan dengan pengerasan pembuluh arteri. Karena itulah orang obesitas lebih berpotensi besar menderita penyakit jantung.

Jika Anda merasa bobot tubuh sudah ideal, namun perut masih buncit. Itu pertanda bahwa lemak di sekitar perut masih nyaman tinggal. Olahraga rutin, dan fokuskan latihan pada pembentukan otot perut adalah jurus jitu mengubah lemak di perut jadi otot.

Siap mengucapkan selamat tinggal untuk perut buncit Anda?

Tip Mengatasi masalah Perut Buncit

solusi-obat

Sebenarnya perut buncit dialami oleh banyak orang disebabkan faktor diet yg tidak betul dan juga gaya hidup. Di sini ada cara untuk mengatasi atau mengurangkannya.

Minum Banyak Air

Jika perut penuh disebabkan oleh penyimpanan air, anda sebenarnya dapat mengurangi masalah tersebut dengan minum air lebih banyak. Hal ini akan mencairkan konsentrasi sodium dalam tubuh sehingga meningkatkan jumlah air yang keluar dari sistem tubuh.

Minum lebih banyak air juga menjamin fungsi hempedu efektif untuk mengeluarkan bahan toksin.. Jangan mengubah pengambilan air saat diet kerana banyak bahan yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut menggelembung.

Mengurang Pengambilan Garam

Jangan makan gelojoh kerana ketika anda menelan terlalu cepat, udara tertahan dalam usus dan membentuk gas yang dapat mengakibatkan penggelembungan perut.

Duduk ketika makan dan kunyah makan secara perlahan-lahan. Makanan yang tidak terkunyah menjadi bahagian-bahagian kecil tidak dapat dicerna dengan sempurna yang kemudian menghasilkan banyak gas yang menimbulkan penggelembungan.

Makan perlahan-lahan

Terlalu banyak garam dalam diet menambah ektra sodium terhadap cairan tubuh yang memperlambat mekanisme sehingga mendorong air keluar dari sel. Akibatnya perut terasa penuh dan menggelembung.

Pengambilan Serat

Serat adalah elemen penting dalam diet, tetapi untuk mengimbangi penyimpanan air yang menyebabkan penggelembungan, makanlah serat dalam buah-buahan seperti epal dan pear yang memiliki banyak kandungan air.

Awasi Ubat-Ubatan

Perut yang mengembang adalah efek sampingan dari pengambilan ubat.Aspirin kadang-kadang menyebabkan masalah perut yang mengakibatkan sembelit dan penggelembungan, termasuk pil kontrasepsi.

Hindari Sembelit

Sembelit didefinisikan sebagai memiliki lebih sedikit dari tiga kali buang air besar dalam seminggu atau jika terlibat ketegangan. Akibatnya perut terasa bertambah besar. Untuk merangsang isi perut, tingkatkan pengambilan serat dari buah-buahan dan sayuran, amalkan secara berterusan untuk menghindari fermentasi dan pengeluaran gas yang berlebihan.

Bersenam

Olahraga atau bersenam akan membantu menggerakkan cairan dalam perut yang dapat menyebabkan perut besar dengan mendorongnya keluar dari jaringan dan masuk aliran darah dimana akan dikeluarkan sebagai peluh atau dibawa ke hempedu untuk dikeluarkan sebagai air urine. Senaman yang disarankan seperti aerobik.

src : http://dewaarta.blogdetik.com/healty/

Posted by: master mesin | 27 January 2010

Persisten, Makanan Apa Itu Ya…?

Di dunia ini, kata Calvin Coolidge, tidak ada yang dapat mengganti posisi sikap Persisten (dalam menentukan sukses dan gagalnya suatu usaha). Bukan bakat; banyak orang gagal yang sebenarnya berbakat. Bukan kecerdasan, tidak sedikit orang yang sangat cerdas tidak mencapai apa-apa dalam hidupnya. Tidak juga pendidikan; saat ini kita lihat banyak pengangguran berpendidikan tinggi. Persisten adalah salah satu kunci sukses utama.

Apa itu persisten? Persisten berasal dari bahasa Inggris persistence yang bermakna kualitas kepribadian yang memiliki kemauan kuat (determinasi) untuk melakukan sesuatu atau mencapai sesuatu sampai berhasil. Seorang yang persisten tidak segan untuk terus mencoba seberapa berat pun tantangan yang dihadapi.

Dengan kata lain, sikap persisten adalah gabungan dari sikap sabar, gigih, teguh dan pantang menyerah atas apa yang diusahakan. Seorang yang persisten selalu ngotot untuk mencapai apa yang diinginkannya kendati menghadapi kesulitan dan tantangan.

Dalam Al Quran, sikap persisten disebut shabr (QS Al Baqarah 2:153). Shabr dalam Al Quran sedikit berbeda dengan padanan kata “sabar” dalam bahasa Indonesia. Karena yang terakhir lebih berkonotasi negatif dan identik dengan kepasrahan membuta.

Namun demikian, sikap persisten harus dibarengi dengan sedikitnya empat faktor berikut untuk menuju kesuksesan yang diinginkan.

Pertama, tujuan atau visi. Sebelum melangkah, miliki tujuan apa yang diinginkan. Visi atau tujuan sangatlah penting. Hanya dengan memiliki tujuan, start kita akan mencapai finish line.

Kedua, perencanaan. Perencanaan yang matang atas apa yang hendak dilakukan itu penting agar jelas langkah detail apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Di samping itu, fleksibilitas dalam teknik pelaksanaan juga diperlukan. Sebagai contoh, apabila Rencana A tidak atau sangat sulit berhasil, maka tak perlu ragu untuk ganti ke Rencana B, Rencana C, dan seterusnya.

Teknis perencanaan boleh berubah, tapi tujuan tetap sama. Thomas Edison, penemu energi listrik, persisten atas tujuannya menemukan energi listrik. Akan tetapi dia fleksibel dalam teknik dan percobaan yang dilakukan. Thomas Edison telah melakukan 10.000 kali percobaan dengan metode yang berbeda sebelum akhirnya berhasil.

Ketiga, evaluasi. Dalam manajemen hidup maupun organisasi modern, evaluasi identik dengan maju mundurnya seseorang atau suatu organisasi. Kesalahan dan kelemahan akan menjadi catatan yang tak akan terulang atau minimal dikurangi. Sementara kelebihan dan pencapaian akan menjadi motivasi untuk langkah berikutnya yang lebih baik.

Sikap persisten yang benar disebut dalam Al Quran sebagai mujahadah. Dengan sikap mujahadah ini kemungkinan berhasil sangat tinggi. (QS Al Ankabut 29:65)

***
Walaupun persisten adalah sikap pantang menyerah, namun ada juga saat di mana menyerah atau meninggalkan tujuan itu dapat bahkan perlu dilakukan. Yakni, apabila (a) tujuan yang hendak dicapai sudah dianggap tidak lagi relevan; (b) tujuan yang hendak dicapai mengalami kegagalan dengan berbagai macam cara dan teknis yang dilakukan. Pada titik inilah, perilaku tawakkal diperlukan (Hud 11:56)

src : http://afatih.wordpress.com

Older Posts »

Categories