Posted by: Media Surviva | 22 December 2009

Psikologi Pasar : Seperti Pelari Marathon…

src : geraidinar.com

Beberapa hari sejak akhir pekan lalu harga emas dunia terus mengalami penurunan. Setelah mencapai titik tertinggi diatas angka US$ 1,200 pekan lalu , pagi ini harga emas internasional diperdagangkan di kisaran US$ 1,128 atau mengalami penurunan sekitar 6 % dalam tiga hari perdagangan. Apa yang terjadi sebenarnya ? menurut data di Kitco pagi ini, penyebab mayoritasnya adalah aksi jual – selain juga disebabkan oleh faktor penguatan US Dollar.

Lantas bagaimana kita menyikapi pergerakan pasar yang sangat fluktuatif seperti dalam dua pekan terakhir ?; tergantung type investor seperti apa kita ini. Ibarat lomba lari, ada type pelari sprint yang bisa berlari sangat kencang untuk jangka pendek – misalnya 100 m. Record dunia untuk ini dipegang oleh Usain Bolt dari Jamaica dengan waktu 9.58 detik – lebih cepat dari kebanyakan mobil untuk menempuh 0 – 100 m yang pertama !. Kecepatan rata-rata untuk pelari sprint record dunia ini adalah sekitar 38 km/jam.

Ada pula pelari marathon, yang jarak standarnya adalah 42.195 km atau 26 mil plus 385 yards. Record dunia untuk ini dipegang oleh pelari Ethiopia Haile Gebrselassie dengan waktu 02:03:59 atau kecepatan rata-rata sekitar 20 km/jam.

Pelari sprint bisa berlari sangat kencang untuk periode yang pendek – tetapi dia belum tentu unggul untuk lari jarak jauh seperti marathon. Sebaliknya pelari marathon, piawai dalam mengelola tenaganya – sehingga mampu menjaga kecepatan larinya untuk jarak tempuh yang sangat panjang – meskipun dia kemungkinan besarnya tidak unggul bila diadu lari jarak pendek.

Dalam investasi, Anda bisa mengukur diri Anda sendiri dengan melihat dua contoh pelari tersebut. Ingin mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu sesingkat-singkatnya ; atau ingin memenangkan masa depan Anda dan keluarga dengan investasi yang unggul dalam jangka panjang.

Bila Anda type investor yang pertama (pelari sprint), maka investasi emas dan investasi sektor riil pada umumnya kurang cocok untuk Anda. Investasi di bursa saham mungkin lebih tepat untuk Anda.

Bila Anda type investor yang kedua (pelari marathon), maka sector riil yang dikelola dengan baik akan lebih cocok untuk Anda; atau kalau mengembangkan bisnis sector riil ini sulit – maka investasi di emas atau Dinar akan lebih aman bagi Anda.

Untuk para pelari marathon, kepada mereka antara lain diajarkan teknik-teknik menghemat energi yaitu sesedikit mungkin melakukan gerakan yang tidak perlu, membiarkan gerakan bagian-bagian tubuh , tangan dan kaki secara bebas, memfokuskan pandangan kearah yang jauh dan lain sebagainya.

Belajar dari teknik berlari marathon tersebut, Anda yang investor jenis ini juga dapat unggul dengan mengelola energi investasi Anda (sumber dana) dan fokus pandangan jangka panjang. Ketika para pelari (baca :investor) lain kelelahan dan mulai melepaskan investasinya seperti yang terjadi tiga hari terakhir di pasar dunia – maka ini waktu menabung yang baik untuk masa depan Anda. Wa Allahu A’lam.

Posted by: Media Surviva | 24 November 2009

Wulan Tilaar : Penerima Tongkat Estafet dari Ibu

Menjadi pewaris kerajaan bisnis Martha Tilaar Group bukanlah perkara mudah. Setidaknya inilah yang dirasakan Wulan Tilaar kala didaulat untuk meneruskan aktivitas ibundanya, pemilik sekaligus penggagas Martha Tilaar.

“Rasanya risih banget. Enggak enak aja, kemana-mana harus ikut ibu pastinya dilihat orang. Sedangkan saudara yang lain enak, bisa santai ikut acara duduk dibelakang memakai pakaian seadanya, bahkan cuma pakai daster,” kata Wulan Tilaar sewaktu ditemui wartawan saat bertandang ke Martha Tilaar Beauty Galery, di Jakarta.

Wulan memang dipasrahi tugas untuk mengemban tongkat estafet sosok ibu Martha Tilaar. Selama ini, ibu Martha dikenal publik sebagai ikon kecantikan. “Sosok ibu inilah yang diserahkan kepada saya,” ujarnya.

Sedangkan untuk operasional di Martha Tilaar Group, dipegang oleh lima bersaudara Tilaar, yakni Wulan dan keempat saudaranya. Wulan mengaku, tugas ini terbilang berat. Terlebih, dia tergolong anak rumahan, pemalu, dan tidak suka tampil di depan umum.

Namun, seiring berjalannya waktu dia sadar bahwa ini merupakan jalan hidupnya. Perlahan dia mulai belajar dari ibu Martha. Misalnya, kata Wulan, ibu bicara apa, saya lihat dan saya dengarkan jawabannya. Tak terkecuali juga belajar dari orang lain. “Saat ini saya memang sudah basah kuyup, sampai masuk angin segala. Tidak mungkin mundur,” tutur Wulan.

Untuk operasional, Wulan mendapat jatah meng-handle PT Martha Beauty Gallery, yang merupakan anak perusahaan dari Martha Tilaar Group. PT Martha Tilaar Beauty Galery ini membawahi Martha Tilaar Salon and Day Spa. “Namun sekarang, sebenarnya saya sudah harus masuk ke Puspita Martha secara total. Itu lebih besar lagi,” kata Wulan.

Dalam menjalankan bisnisnya, agaknya Wulan tidak main-main. Keinginan terbesarnya adalah ingin menguasai market Asia dan internasional. Menurutnya, saat ini produk Martha Tilaar sudah beredar di kawasan Asia, seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, dan sebagainya. Untuk ke depan, dia ingin lebih mantap lagi. Sedangkan untuk spa, Martha Tilaar memiliki sekitar 10 tempat di luar negeri.

Wulan Tilaar – Martha Tilaar Group”Rencananya,akan membuka di Rusia, Hanoi, dan Malaysia lagi. Saya sih mimpinya ingin perusahaan ini go international beneran,” tuturnya.

Untuk bisa eksis di setiap negara, Wulan menyebut, pihaknya harus membuat produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat di luar negeri. Karena itu, dituntut pula untuk terus melakukan inovasi dan kreatif menampilkan sesuatu yang unik dan berbeda dengan produk lain, namun tetap mengusung kekayaan alam di Indonesia. “Itu pesan ibu Martha. Tetap mengangkat tradisi Indonesia. Dari situlah kami menggali sesuatu yang unik,” tuturnya.

Walaupun imej, Martha Tilaar identik dengan tradisi kebudayaan Indonesia, namun menurut Wulan, pihaknya tidak ketinggalan dengan tren-tren dunia, seperti mandi coklat, kopi, atau cranberry.

Meski menjadi putri mahkota Group Martha Tilaar, namun tidak membuat Wulan ingin diistimewakan. Dalam mencapai sesuatu hal, dia tidak ingin melakukannya secara instan. “Jangan tiba-tiba jebret, sopo iku. Saya paling enggak suka, mentang-mentang anaknya Ibu Martha jadi langsung di awang-awang,” ujarnya. Saat ini, Wulan ingin menjalankan proses dan terus belajar dan terus belajar.

Older Posts »

Categories