Posted by: media surviva | 14 April 2009

Never… Never… Never Give Up…

Selalu  ada 1001 alasan untuk menyerah, namun orang yg berhasil adalah orang yg tidak  memutuskan untuk menyerah. Dia selalu bisa menemukan sebuah alasan untuk tidak  menyerah…

NANCY MATTHEWS EDISON  (1810-1871)  

Suatu hari,  seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke  rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, ”  Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari  sekolah.”

Sang  ibu terhenyak membacasurat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”  anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar  dia.”

Tommy  bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia  hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua  ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Tak  banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama  Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah.  Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas  namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai”  diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya  adalah ibunya!

Ya,  Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan  pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi  guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi  orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri   Edison , dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun  membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

JOANNE KATHLEEN ROWLING
 
 
Sejak kecil,  Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia  sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa  malu” menunjukan karyanya kepada teman” dan orangtuanya. kebiasaan ini terus  dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian  melambungkan namanya di dunia.

Akan  tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan  yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak  memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami  ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. Ditambah dengan  perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu  dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry  Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. Tahun  1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya,  Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah  mesin ketik manual.

Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah  payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. Berbagai  penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. Diantaranya,  adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne  Rowling. Pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para  penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan  namanya menjadi JK Rowling. Memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan  sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.

Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar  biasa meledak dipasaran. Semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang  menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksedan yang dibayar dengan  harga murah.

STEVE JOBS
  

Tahun 1976,  bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan  Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan  modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga,  usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual  sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka  cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari  Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer  menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer  terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah  konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka,  yaitu Steve Jobs sendiri.

Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami  kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian  ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa  semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer  NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal  teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan  tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui  Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan  diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The  Incredibles.

Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan  Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997,  Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan  mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit  dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang  fenomenal yaitu iPod.

Kisah  sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang  instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi  jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

OPRAH  WINFREY

Bermodal  keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di  Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan  kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah  diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?

Lahir di  Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya  mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang  pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh  neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3  tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.

Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya  dalam suatu wawancaranya.

Pada  usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara  sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun  Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua  minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah  ayahnya di Nashville . Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi.  Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun  tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang  menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.  

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya  terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di  dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes  kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..  

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di  bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita  negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut.  Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan  keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak  karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi  berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertel evi sian di Amerika.  Sungguh luar biasa!

Latar  belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik  hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu  sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia  bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan  segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah  juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara  lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita  ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan  yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah  khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika  selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara tel evi sinya. Oprah  menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar  rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2  perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.  

Kisah  Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib.  Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya  mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia  sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!  

7UP
  
 
Tentu kamu  mengenal 7up. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di  penjuru dunia. Dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik  untuk kita pelajari tentang arti “pantang menyerah”.

Awal  mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun  sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya  dan mengganti namanya dengan 4up. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan  sebelumnnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya  menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan  berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.  

Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan  membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar! Mungkin kita tidak tahu  kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu  akan tiba. Justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan  pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal,  buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up,  atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan  hasil.

Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak  datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas  iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! TETAP SEMANGAT!  

MARK ZUCKERBERG  (FACEBOOK)

Pernah  mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut,  banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan  bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat  sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster,  berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.  

Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan  pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg.   Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang  bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang  digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu  buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada  sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan  kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang  lain di kampus bersangkutan.

Pada  sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan  website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk  membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei  1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung.  Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu  menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.  

Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat  untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak  seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama  tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian  membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Mark  ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih  menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs  jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster  yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah  Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah  yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi  dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai  chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya.  Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang  dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini  yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang  sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.  

Sejak  kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase  kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi  60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini,  angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.

Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang  luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan’ yang sangat laku. Tak heran,  raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki  saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari  US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15  miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam  sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.

Niat  Mark Zuckerberg untuk sekadar’menyatukan’ komunitas kampusnya dalam sebuah  jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru  berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian  melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah  nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik  ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan  kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.

TIADA KETEKUNAN YANG  TIDAK MEMBAWA HASIL…

BILL GATES & PAUL  ALLEN

Kisah Maestro Microsoft Bill Gates  and Paul Allen

William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan  sebutan Bill Gates, lahir di Seatle , Washington pada tanggal 28 Oktober 1955.  Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang  pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua  dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi “hiking”, bahkan hingga  kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang  “berpikir”.

Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa sekolah dasar  dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika.  Mengetahui hal ini orang tua Bill, kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah  swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama ” LAKESIDE “.  Pada saat itu, Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu  seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar  nantinya menjadi programmer pertama MICROSOFT) sudah menghabiskan semua jam  pelajaran komputer untuk satu tahun.

Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia  masih bersekolah di Lakeside . Dimulai dengan meng”hack” komputer sekolah,  mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan  dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester  sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan  untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka  benar-benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan  kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.

Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah.  Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan  bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama  mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu  mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontrkator  pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah,  melengkapi pengalaman Bill Gates.

Musim  gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai  siswa fakultas hukum. Bill mampu dengan baik mengikuti kuliah, namun sama  seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di  Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang  jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah  programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.  

Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates,  Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul “World`s  First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini memuat tentang  komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates.  Mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak,  membuat keberadaan software untuk komputer – komputer tersebut sangat  dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.

Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi  perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems).  Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan  pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum  menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat  tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS  untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen  dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna.  Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft.   
 
Kisah Bill Gates Meninggalkan Harvard  Demi Mengejar Impian

Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar  pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston .. Gates  mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well  agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan  perangkat lunak.

Pada  suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah  Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan  baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi cikal bakal  PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka  harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen terus  mengatakan, Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan.  

Kami  sadar bahwa revolusi itu bisa terjadi tanpa kami. Setelah kami membaca artikel  itu, tak diragukan lagi dimana kami akan memfokuskan hidup kami.  

Kedua sahabat  itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari  program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat  melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka  mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan  di setiap rumah tangga.

Semangat Allen dan Gates tidak percuma. Berawal dari  komputer kecil itulah yang menjadi mode dari segala macam komputansi. Dan  sekarang bisa Anda lihat bahwa PC telah benar-benar menjadi alat jaman  informasi. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di  dunia saat ini.

HIRONOBU  SAKAGUCHI

Hironobu  Sakaguchi (1962) dulu menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan untuk  Square Co., Ltd. Ia adalah pencipta seri permainan Final Fantasy. Pada tahun  1991 ia diberi kehormatan menjabat Wakil Presiden Eksekutif dan tak lama  berselang ditunjuk menjadi Presiden Square USA, Inc. Pada tahun 2001, ia  mendirikan he Mistwalker, yang mulai beroperasi tiga tahun kemudian.  

Sakaguchi bersama-sama Masafumi Miyamoto mendirikan  Square pada tahun 1983. Permainan-permainan pertama mereka sangat tidak sukses.  Ia lalu memutuskan untuk menciptakan pekerjaan terakhirnya dalam industri  permainan dengan seluruh sisa uang Square, dan menamakannya Final Fantasy.  Permainan ini, di luar perkiraannya sendiri, ternyata melejit, dan ia  membatalkan rencana pensiunnya. Ia kemudian memulai kelanjutan permainan ini dan  saat ini telah dibuat Tiga belas permainan Final Fantasy. Setelah enam permainan  pertama dipasarkan, ia lebih berperan sebagai produser eksektuif untuk seri ini  dan juga banyak permainan Square lainnya.

Sakaguchi memiliki karir yang panjang dalam industri  permainan dengan penjualan lebih dari 80 juta unit permainan video di seluruh  dunia. Sakaguchi mengambil lompatan dari permainan ke film saat ia mengambil  peran sebagai sutradara film dalam Final Fantasy: The Spirits Within, sebuah  film animasi yang didasari dari seri permainan terkenalnya Final Fantasy. Akan  tetapi, film ini ternyata gagal dan menjadi salah satu film yang paling merugi  dalam sejarah perfilman, dengan kerugian lebih dari 120 juta USD yang berujung  dengan ditutupnya Square Pictures. Sakaguchi lalu diturunkan dari posisi  eksekutif Square. Kejadian ini juga mengurangi keuangan Square dan akhirnya  membawa Square bergabung dengan saingannya Enix, menjadi Square Enix. Sakaguchi  lalu mengundurkan diri dari Square dan mendirikan Mistwalker dengan dukungan  finansial dari Microsoft Game Studios.

Pada  tahun 2001, Sakaguchi menjadi orang ketiga yang masuk dalam Academy of   Interactive Arts and Science’ Hall of Fame. Pada bulan Februari 2005 diumumkan  bahwa perusahaan Sakaguchi, Mistwalker, akan bekerja sama dengan Microsoft Game  Studios untuk memproduksi dua permainan role-playing game untuk Xbox 360.  

Pelajaran berharga: Dari awal karier, beliau banyak  mengalami kegagalan, namun beliau tidak pernah menyerah hingga akhirnya  menciptakan seri “Final Fantasy” yang sangat di nantikan kehadirannya, bahkan di  puncak kariernya beliau kembali menghadapi kegagalan melalui proyek  kontroversialnya (Final Fantasy : Spirit Whitin) yang mengakibatkan penurunan  jabatan dan penutupan “Square Pictures” hingga akhirnya pengunduran dirinya dari  Square.

Namun  itu bukan akhir dari beliau, tapi menjadi loncatan bagi dia untuk kembali  bangkit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: