Posted by: media surviva | 16 April 2009

Modus Baru Penjahat via HP

True story, cerita dari teman senior…

***
Tengah malam Selasa 29 Juli 2008 istri saya tergopoh-gopoh dengan penuh ketakutan membangunkan saya untuk menjawab penelepon yang katanya dari Kantor Polisi.
Polisi Gadungan tsb BELUM MEMPEROLEH jawaban atas apa yang dia tanyakan kepada istri saya (pertanyaan dia:  Siapa nama pemilik HP? Dimana alamat pemilik?).

Tatkala saya yang melayani pertanyaan dia, saya katakan memang HP itu milik istri saya, saat dia mendesak agar saya memberitahu nama dan alamat istri saya, saya katakan tidak bisa memberitahukannya. Lantas dia bilang bahwa di kantor dia malam ini sudah tertangkap seorang penjahat lelaki yang membawa Senapan Berapi (SENPI), setelah diperiksa HP nya ternyata terdapat nomor HP istri saya. Oleh karenanya dia akan membawa lelaki itu kerumah kami untuk pengembangan penyelidikan.

Namun saya tetap bilang bahwa kami tidak dapat memberitahukan nama dan alamat, kalau memang diperlukan kami bersedia menjumpai polisi dan lelaki tersangka tsb di kantor polisi, untuk itu saya minta kepada dia agar memberitahu nama dan letak kantor polisi dimaksud.
Dia menyatakan bahwa kami tidak perlu ke kantor polisi, dia masih ngotot menanyakan nama dan alamat dengan dalih untuk ’keamanan negara’.

Kami tetap tidak memberitahu nama dan alamat sedangkan dia tetap ngotot bertanya terus. Akhirnya dia mengatakan bahwa dia akan menghubungi kami dipagi hari (Rabu 30-Juli 08).
Setelah selesai bicara, saya perhatikan nomor telepon dia ternyata nomor HP Medan, sehingga saat pagi hari Rabu dia menghubungi kami, langsung saya minta nomor telepon Kantor Polisi dimana dia bekerja, saya katakan dengan nomor HP dia yang dari Medan besar kemungkinan motifnya penipuan, oleh karenanya saat ini dirumah kami sudah berkumpul dua anggota POLRI dari POLDA Jabar dan RT serta RW setempat.

Mendengar keterangan saya tsb dia langsung tutup HP sambil ngedumel.

Rekan-rekan, apa yang saya infokan tsb hanyalah salah satu modus baru, mungkin saja dengan kreatifitas dan inovasi nya para penipu akan menggunakan cara yang diluar dugaan kita. Namun demikian yang penting bagi kita adalah kewaspadaan disertai pengetahuan yang bersumber dari caerita2 semacam yang saya tulis diatas.
Tip untuk mengatasi hal serupa:

  1. Jangan sekali-kali memberitahukan identitas (nama, alamat, pekerjaan, nomor PIN kartu kredit, ataupun PIN ATM)
  2. Jangan Panik walaupun dia menteror dengan mengaku sebagai polisi, reserse, intel, kodim ataupun jabatan/pekerjaan  angker lainnya
  3. Perhatikan nomor telepon dia, bila dari nomor HP (GSM/CDMA) mintakan nomor Fix , mintakan pula alamat dari rumah atau kantornya .
  4. Bila rekan sudah yakin dia penipu, langsung saja balik gertak (misalnya nomor HP dia akan dilacak oleh saudara saya yang kerja di KPK… hahahaha).

Mudah2 an bermanfaat. Silakan dishare jika berminat…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: