Posted by: media surviva | 21 April 2009

Yuyu Rumpung, Mbarong Ronge

secara bahasa jawa pepatah tersebut diartikan sebagai berikut : rumahnya terlihat megah namun sejatinya miskin.

Bagi kita yang hobi gaya, karena gengsi, padahal yang dipakainya hanya hasil dari kredit ataupun menghutang sudah pasti menjadi bagian dari golongan yang disindir oleh pepatah jawa di atas🙂

apalagi dengan makin mudahnya diterimanya aplikasi kartu kredit, seakan-akan memanjakan kita untuk menjadi pribadi konsumtif, belanja ini dan itu yang tidak didasarkan kepada kebutuhan, hanya melampiaskan keinginan saja…
bahkan sampai harus meng-‘upgrade’ nilai gaji di form aplikasi agar, permohonan kartu kreditnya disetujui.

hm… benar-benar perilaku yang sudah menjadi budaya, bahwa ‘tukang-hutang’ memiliki label gengsi yang dilebihkan ketika kartu kredit berada di genggaman.  pada akhirnya, dengan kebiasaan tersebut, membuat kita tak berpikir bagaimana bisa menabung, bagaimana jika terdapat uang sisa, digunakan untuk investasi, menjalankan usaha, sehingga penghasilan semakin meningkat.

bangga termasuk dalam golongan orang yang sesuai dengan pepatah ‘yuyu rumpung mbarong ronge‘ ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: