Posted by: media surviva | 23 April 2009

Salamatul Insan fii Khifdzil Lisan

Keselamatan seseorang bergantung pada keterampilan orang tersebut dalam menjaga lidahnya

Lidah memang tidak bertulang , sehingga dia sangat mudah untuk bergerak, berkelit dan berjumpalitan kemana pun dia suka dengan sangat mudah. Meski dia sangatlah lunak Dan lembut, namun produk yang dihasilkan lidah itu sendiri bisa bermacam-macam. Bisa melahirkan hikmah Dan manfaat, berita, cerita, hikayat, cercaan, makian, kata-kata yang pedih Dan menyakitkan Dan yang sangat keras sekalipun, semuanya bisa lahir dari lidah yang lembut Dan lunak tersebut. Subhanallah…..

Karena lidah, dua negara yang sedang terlibat dalam peperangan sengitpun bisa berhenti, Dan karena lidah pula, dua orang dalam sebuah keluarga bisa bercerai, dua suku dalam sebuah Negara bisa bentrok, dua kelompok bisa berseteru, atau bahkan dua Negara bisa terlibat dalam peperangan besar.

Dengan lidah seseorang bisa banyak meraih pahala, Dan dengan lidahnya pula seseorang dapat mengumpulkan bertumpuk dosa. Keselamatan seseorang banyak ditentukan oleh yang namanya lidah.

Bahkan karakteristik seorang Muslim seperti yang pernah disabdakan Rasulullah saw, :
” Seorang Muslim ialah orang yang mampu menjaga lidah Dan tangannya dari mengganggu Muslim sesamanya. ”
( HR. Bukhori – Muslim ).

Dari setiap kata yang keluar dari mulut kitalah akan diketahui siapa diri Kita. Apakah termasuk orang pembohong, ahli cerita, tukang ngomel, tukang ngumpat, tukang fitnah, atau justru Kita termasuk ahli hikmah dimana setiap kata yang keluar akan senantiasa menimbulkan manfaat.

Ramadhan benar-benar merupakan momen penting bagi setiap Muslim, karena setiap detik bisa bernillai puluhan, ratusan atau bahkan jutaan pahala, atau justru akan hilang sia-sia, Dan na’udzubillah kalau waktu tersebut justru hanya akan mendatangkan noda-noda dosa serta menghasilkan tabungan penyesalan berkepanjangan.

Rasulullah saw bersabda., :
“Barang siapa beriman kepada ALLAH Dan Hari akhir, maka hendaklah dia berkata (sesuatu) yang baik, atau diamlah. ” (HR Bukhori – Muslim ).

Kata atau lidah benar-benar menjadi baromneter dari karakter seseorang. Apakah seseorang itu baik atau jahat, apakah dia munafik ataukah orang itu saleh, semuanya bisa dilihat dari apa yang dia katakan.
Maka tidak berlebihan jika Rasulullah saw mengatakan dalam salah satu sabdanya, bahwa tanda-tanda orang munafik itu ada tiga :
1. Jika berkata dia dusta
2. Jika bernjanji dia ingkar.
3. Jika dipercaya dia khianat.

Ketiga karakteristik tersebut semuanya bersumber dari apa yang dia katakan. Oleh karena itu, momen Ramadhan adalah kesempatan emas untuk latihan memanage lidah, agar dia senantiasa mengeluarkan kata-kata yang baik, kata-kata yang mengandung manfaat bagi banyak pihak, atau lebih baik diam jika sekiranya perkataan tersebut tidak mengandung nilai.

Ada sebuah ungkapan mengatakan :
“Lidahmu adalah pedangmu yang akan memotong lehermu sendiri jika engkau salah mempergunakannya.”

(disarikan dari buku ” The Power of Akhlak – Menjadi Kesayangan ALLAH ” yg ditulis Ust. Bobby Herwibowo, Lc & Ust. A. Hadi Yasin, S. Ag, MA. ).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: