Posted by: media surviva | 5 May 2009

Berani Mimpi

oleh : Purdi E. Chandra

Rejeki itu mengikuti mimpi kita,
Rejeki itu bisa direncanakan menurut mimpi kita,
Dan rejeki itu berbanding lurus dengan mimpi kita.

Entrpreneur itu memang harus berani bermimpi. Bagaimana dengan Anda ? Saya rasa, meski di saat krisis ekonomi, janganlah merasa takut bermimpi. Sebab, kita harus yakin bahwa mimpi atau visi itu sama dengan cetak biru dari realita kita . Artinya , sesuatu yang akan menjadi kenyataaan.

Saya punya keyakinan, kalalu entrepreneur berani memiliki visi, maka akan lebih dapat menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya. Sehingga nantinya akan lebih mampu meningkatkan kemampuan kerja dan kualitas hidup kita. Karena itu saya sangat yakin dengan ungkapan berikut ini : “Hati-haatilah dengan angan-anganmu,karena angan-anganmu itu akan menjadi kenyataan.”
Presiden pertaama kita, Ir.Soekarno, pernah mengatakan, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.” Visi itu memang bisa mensugesti orang. Dan, semua langkah kita akan diarahakan ke sana. Apalagi entrepreneur itu biasanya seorang pemimpin. Maka mimpi tentang perushaan,mimpi tenteng masa depan, tentu akan dapat mempengaruhi para pengikut yang dipimpinnya.
Sebagai pemimpin,entrepreneur harus mempuyai ilmu “obor”. Artinya harus dapat menerangi sekelilingnya.Entrepreneur dengan visi besar adalah bagi bawahannya.

Entrepreneur dengan visi besar akan dapat menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan penuh motivasi.
Entrepreneur itu sosok yang seharusnya tidak takut dengan mimpi.Apalagi mimpi itu tidak perlu biaya. Tetapi, masalahnya adalah belum tentu semua orang punya keberanian bermimpi. Sehingga tidak berlebihan kalau untuk bermimpi pun membutuhkan sebuaah keberanian.
Hal ini bisa terjadi karena kita terkadang masih terpaku pada mitos-mitos yang tekah mentradisi di kalangan masyarakat luas. Misalnya, ada mitos yang mengatakan bahwa kalau kita mau sukses, kita harus punya gelar sarjana. Padahal kenyataannya, cukup banyak orang yang sukses tanpa menyandang gelar sarjana. Banyak pengusaha yang memulai usahanya dengan mengembangkan mimpi-mimpinya dari modal nol.

Kita lihat saja bagaimana Bill Gates yang bermimpi, bahwa Personal Computer akan tersedia di setiap microsoftnya. Ternyata ia berhasil, sehingga ia kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Begitu pula Michael Dell, impiannya juga menakjlubkan, ia ingin mengalahkan perusahaan raksasa computer terbesar IBM. Akhirnya, ia juga berhasil menjadi orang pertama yang memasarkan computer denngan strategi direct marketing. Usahanya yang dirintis tahun 1984 berhasil, penjualan Dell Computer sangat laris. Bahkan dalam usia 34 tahun, ia menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.

Contoh lagi adalah Jeff Bezos. Mimpinya untuk jadi pengusaha sukses di dunia perdagangan melalui internet.Meski baru tahun 1995 yaitu di saat berumur 30 tahun, ia memberanikan diri masuk ke dunia maya. Ia mendirikan Amazon.com yang merupakan salah satu situs yang paling dikunjungi orang, untuk mendapatkan informasi atau membeli buku-buku bermutu dari seluruh dunia.Mimpinya akhirnya terwujud juga. Dan kini ia juga tercatat sebagai miliarder di negeri Paman Sam itu.
Dalam konteks inilah, kita sebagai entrepreneur memang harus memiliki keberanian bermimpi. Kita harus punya keyakinan, bahwa rejeki itu akhirnya mengikuti mimpi kita.Rejeki itu berbanding lurus dengan mimpi kita.

Kalau bermimpi saja tak berani, bagaimana mau beraksi?


Responses

  1. tapi bukan hanya seorang Entrepreneur kan yang bisa bermimpi,hehe..semua orang harus punya mimpi.
    tapi kisahnya Bill Gates yang tidak lulus kuliah juga bisa menjerumuskan tuh mas.
    tapi kalau diterapkan di Indonesia saat ini, kenapa selalu masalah Entrepreneur diributkan, apakah masih kurang atau memang Entrepreneur tidak bisa menyelesaikan masalah di negara kita karena kenyataannya lapangan pekerjaan kita masih kurang..

    Salam kenal ya mas..

  2. yup…. hidup mmg soal pilihan, tak harus jadi enterpreneur.
    artikel tsb lebih cocok buat yg mau jadi enterpreneur…๐Ÿ™‚

    tapi memang enterpreneur di indonesia masih sangat sedikit, kurang dari 1% dr jml penduduk malah.

    kalau lihat banyak yg dagang blm tentu mereka enterpreneur, krn mereka beda…๐Ÿ™‚ sudah tahu kan bedanya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: