Posted by: media surviva | 6 May 2009

Dana Pensiun, Tetap Tajir di Masa Tua

Prospektif.com – Jakarta, Biarpun dengan iuran kecil, mengikuti program dana pensiun menjadi cara investasi yang menguntungkan dan banyak manfaatnya. Tidak ada kecemasan dan ketakutan menghadapi masa pensiun karena ada jaminan tetap berduit.

Kemajuan zaman ternyata tak selamanya membuat hidup seseorang menjadi lebih enak. Seperti sering terdengar merebaknya gejala kelainan jiwa post power syndrome yang banyak menghinggapi masyarakat modern sekarang.

Mungkin sekarang merasa serba cukup, bisa terpenuhi semua kebutuhan dan keinginan dari penghasilan tetap perbulannya. Tetapi, Tedy Fardiansyah, seorang perencana keuangan yang juga staf pengajar MM Universitas Bina Nusantara, mengingatkan untuk memikirkan bila kelak setelah pensiun tidak mempunyai penghasilan atau tidak memiliki simpanan. “Mungkin sekarang belum terasa,” cetus Tedy.

Masa pensiun sudah identik dengan manula yang mungkin kemampuan fisiknya sudah jauh berkurang. Salah satu manfaat mempersiapkan dana pensiun, menurut H. Akhmad Kosin, Kepala Divisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Jiwasraya, adalah supaya nantinya tidak merepotkan dan menjadi beban orang lain. Meskipun pada usia lanjut, orangtua layak mendapat bantuan dan perhatian, tidak semuanya menjadi tanggungan keluarga.

Mempersiapkan dana untu masa pensiun bisa dilakukan dengan banyak cara. Bisa dengan menyisihkan penghasilannya untuk disimpan dalam bentuk tabungan atau dengan menanamkan dalam bentuk investasi, misalnya dengan dibelikan emas, tanah, atau rumah. Bisa juga dengan mengikuti asuransi pensiun atau dana pensiun.

Mempersiapkan keuangan di masa pensiun dengan mengikuti asuransi pensiun atau program dana pensiun memiliki kelebihan karena mengajarkan kedisiplinan untuk selalu menyisihkan dananya setiap bulannya. Menurut Akhmad, selain adanya kepastian jumlah dananya, mengikuti dana pensiun di DPLK akan mendapat fasilitas penundaan pajak serta pengembangan dana atau bunga hampir sama dengan penjaminan Bank Indonesia. Berbeda dengan menabung sendiri yang bunganya langsung kena pajak.

Berapa besar penghasilan perbulan yang harus disisihkan untuk iuran dana pensiun? Menurut Herry, Pemimpin DPLK Bank BNI, bisa diukur dari nilai penghasilan riil. Misalnya penghasilan tiap bulan sudah mencapai Rp2 juta perbulan, bisa disisihkan 5% dari penghasilannya untuk iuran dana pensiun. 

* PROSPEKTIF Edisi 40 Vol. 5


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: