Posted by: media surviva | 13 May 2009

Kepunahan Generasi

Kepunahan Generasi (Pandangan Biologi Modern) Indonesia dan Dunia

Isyu ini dikemukakan oleh Prof. BJ Habibie dan disambut oleh Prof.Sangkot Marzuki (Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkmann diJakarta). Prof. Habibie mangatakan, bahwa peradaban pada saat ini(secara biologis) “terancam” (atau ditakdirkan) oleh sebuah kenyataan yang sulit (sangat musykil) untuk dielakkan. Para ilmuwan (iptek dan sosial) serta pemimpin negeri ini seolah ditantang untuk berpacu melawan waktu atas sebuah “sunatullah” (takdir alam) yang sulit dibendung berkaitan dengan fakta yang disebutkan sebagai “DEGENERASI KROMOSOM Y” (silakan lihat jurnal-jurnal biologi modern yang mengungkap “Y Chromosome degeneration” di internet).

Apa “bahayanya” fakta degenerasi kromosom Y ini? Dengan sangat sigap dijelaskan oleh Prof Habibie dan di-amini oleh Prof. Sangkot) bahwa spesies homo-sapiens (manusia berbudaya) yang ada secara genetik
dibentuk oleh kromosom XX (bagi wanita) dan XY (bagi yg berkelamin pria). Singkat cerita dalam kromosom X ataupun Y, disana “diinstall” oleh Allah SWT – Tuhan YME berbagai macam kode-genetik (gen) dalam bentuk informasi-informasi perilaku, ciri fisik, ketahan tubuh, dsb dalam bentuk DNA (bhs Indonesianya: asam dioksiribo nukleat).
Penelitian-penelitian biologi molekuler modern membuktikan bahwa KODE-GENETIK yang ada dalam KROMOSOM X terbukti SANGAT STABIL selama paling tidak 5000 tahun terakhir. Artinya, ciri-ciri genetik
(kewanitaan) yang dibawa oleh kromosom X tidak berubah selama masa itu hingga saat ini.

Apa yang terjadi dengan kromosom Y adalah 180 derajat berbeda dengan kromosom X. Hasil penelitian membuktikan bahwa selama kurun waktu yang sama KODE GENETIK YANG HILANG PADA KROMOSOM Y hampir mencapai 60%. Apa artinya semua ini? Artinya KROMOSOM Y MEMILIKI VIABILITAS (daya kebertahanan-hidup) yang SANGAT RENDAH, dan karenanya TERUS MENERUS MENURUN EKSISTENSINYA. Dengan kata lain, setiap perkawinan (pembuahan sel sperma thd sel telur) yang terjadi di dunia, peluang untuk mendapatkan kombinasi XY (anak laki-laki) semakin SULIT atau semakin kecil terjadi. Sebaliknya, kombinasi XX akan semakin menguat dan sering terjadi. Ini berarti kedepan, akan terjadi KRISIS POPULASI, dimana jumlah penduduk perempuan akan makin banyak dan mendominasi populasi spesies manusia berkelamin pria. Boleh dibayangkan, bila suatu saat kelak TIADA LAGI MANUSIA BERJENIS KELAMIN PRIA karena kromosom Y yang terus melemah. Maka, menurut keyakinan agama-agama, dan juga (keyakinan ilmu biologi), disanalah KIAMAT sedang menjelang.

Mengapa? Jawabannya sederhana….apa jadinya sebuah peradaban, bila hanya diisi oleh spesies berjenis kelamin tunggal saja…REGENERASI TIDAK AKAN TERJADI dan kepunahan manusia, di depan mata….:-)

(lihat selanjutnya: Biecek, P and Cebrat, S. 2008. “Why Y Chromosome is Shorter and Women Live Longer” dan artikel-artikel sejenis di www.springerlink.com)

Keresahan saintifik seperti ini sudah dibahas di jurnal-jurnal biologi dan medicinal sciences. Juga, ia telah dibahas oleh para gurubesar mumpuni di negeri ini.

Kini pertanyaannya adalah: sampai manakah Indonesia mengantisipasi fakta-fakta sosio-ekono-biologi yang menggerakkan ECO-CIVILIZATION dan sedang memicu POPULATION CRISIS seperti yg dikemukakan di atas?
Bagaimana kita “mengatasi” hal-hal itu? Etika apakah yang perlu dikembangkan agar kehilangan kode-genetik pada kromosom Y tidak terus berlanjut? Siapkah para pemimpin dan pemikir negeri ini?

diposting di facebook oleh Arya Hadi Dharmawan
Dosen Ekologi Politik dan Teori Sosial Hijau – Pascasarjana IPB


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: