Posted by: media surviva | 13 May 2009

Wani Ngalah Luhur Wekasane

Sudah sangat lumrah manusia menjalani hidup ini dalam menghadapi masalah mengharapkan akan selalu tercapai kemenangan dan tak mau terjadi kekalahan. Diyakini kalau menang itu dekat dengan kemuliaan dan keberlimpahan, Dan kemuliaan ini akan dekat dengan kebahagiaan. Oleh sebab itu kalimat yang sering diucapkan kebanyakan orang Jawa “ WANI NGALAH LUHUR WEKASANE” acapkali ditolak banyak orang.
Sedangkan yang menang saja kadangkala tidak memperoleh keluhuran, apalagi yang mengalami kekalahan. Inilah pendapat dari sebagian orang.

Tidak salah apabila pada saat ini sudah ada yang membuat kalimat tandingan lain, yaitu, “Wani ngalah gedhe rekasane” (Berani mengalah banyak sengsaranya). Artinya masyarakat pada saat ini sudah banyak yang tidak mau lagi menerapkan sikap mengalah.

“Kalau bisa menang, kenapa harus mengalah..?” Begitu kata dari banyak manusia jaman sekarang ini. Sebab, dengan mengalah berarti akan menemui hidup yang sengsara. Padahal tanpa harus menggunakan adu menang-kalah, keadaan hidup pada saat ini memang sudahlah susah, ditambah lagi dengan semakin terbiasanya masyarakat kita sekarang ini dengan ‘budaya konsumtif’

Berani mengalah , bagi mereka yang masih mau meyakininya, diartikan sebagai sikap yang mau mencoba merasakan seperti apa rasanya orang yang menderita kekalahan dengan cara merenung dan berpikir, tidak saja dialam nyata, namun juga dialam pikiran. Selanjutnya mencoba berpikir tentang apa saja yang akan dilakukan dan diperbuat setelah merasakan kalah. Apabila sudah sanggup merasakan semua pikiran orang kalah, termasuk segalanya yang berhubungan berkelanjutan dalam hidup ini, tentu akan sangat berbesar hati dalam menerima kekalahan tersebut.. kalau dalam kata modern saat ini boleh dibilang sebagai “Empati”

Mengalah itu bukan berarti kalah, Mengalah itu bermakna mencoba tuk belajar supaya mampu menumbuhkan rasa ‘welas-asih’ terhadap orang lain yang sedang menandang kekalahan, sebelum benar-benar mengalami kekalahan yang sesungguhnya. Berani kalah itu adalah wujud solidaritas , sayang terhadap terjalinnya rukunnya persahabatan. Berani mengalah adalah tindakan yang mulia, menjauhkan dari nafsu angkara, Berani mengalah itu adalah perlakuan pembelajaran dan pengujian badan, mengolah batin supaya dapat selalu ingat dan peduli terhadap sesama ciptaan-Nya. (njowo.multiply.com)


Responses

  1. memaknai filosofi mestinya dengan terlebih melepaskan ego agar tak terjadi penyimpangan makna yang sesungguhnya.
    salam

    • matur nuwun pituturipun kang…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: