Posted by: media surviva | 29 May 2009

Berita Yang Benar Mengenai Fatwa Pengharaman Facebook & Friendster

Ternyata berita pengharaman facebook demikian santer, sehingga banyak yang berkomentar kesana-sini tanpa tahu isi fatwa itu seperti apa.

Banyak komentar miring terhadap ulama, kurang kerjaan lah, buang-buang waktu ngurusin itulah dst. Intinya protes terhadap fatwa tsb.

Namun bagaimana sebenarnya isi fatwa tsb? Berikut cuplikannya :


Klarifikasi Polemik Fatwa Haram Facebook

Pojok Lirboyo
Sabtu, 23/05/2009

Berikut ini adalah Hasil Keputusan Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPPP) ke XI yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiaat Lirboyo Kediri pada hari Rabu dan Kamis 20-21 Mei 2009. Hasil ini diharapkan dapat memperjelas kesimpangsiuran berita terkait fatwa keharaman menggunakan jejaring facebook

Kerangka Analisis Masalah

Dewasa ini, perubahan yang paling ngetop dengan terciptanya fasilitas komunikasi ini adalah trend hubungan muda-mudi (ajnabi) via HP yang begitu akrab, dekat dan bahkan over intim. Dengan fasilitas audio call, video call, SMS, 3G, Chatting, Friendster, facebook, dan lain-lain. Jarak ruang dan waktu yang tadinya menjadi rintangan terjalinnya keakraban dan kedekatan hubungan lawan jenis nyaris hilang dengan hubungan via HP. Lebih dari itu, nilai kesopanan dan keluguan seseorang bahkan ketabuan sekalipun akan sangat mudah ditawar menjadi suasana fair dan vulgar tanpa batas dalam hubungan ini. Trend hubungan via HP ini barangkali dimanfaatkan sebagai media menjalin hubungan lawan jenis untuk sekedar “main-main” atau justru lebih ekstrim dari itu. Sedangkan bagi mereka yang sudah mengidap “syndrome usia,” hubungan lawan jenis via HP sangat efektif untuk dimanfaatkan sebagai media PDKT untuk menjajaki atau mengenali karakteristik kepribadian seseorang yang dihasrati yang pada gilirannya akan ia pilih sebagai pasangan hidup atau hanya berhenti pada hubungan sahabat.

Pertanyaan

a. Bagaimana hukum PDKT via HP (telpon, SMS, 3G, chatting, friendster, facebook, dan lain-lain) dengan lawan jenis dalam rangka mencari jodoh yang paling ideal atau untuk penjajakan dan pengenalan lebih intim tentang karakteristik kepribadian seseorang yang diminati untuk dijadikan pasangan hidup, baik sebelum atau pasca khitbah?

Jawaban

Komunikasi via HP pada dasarnya sama dengan komunikasi secara langsung. Hukum komunikasi dengan lawan jenis tidak diperbolehkan kecuali ada hajat seperti dalam rangka khitbah, muamalah, dan lain sebagainya.

Mengenai pengenalan karakter dan penjajakan lebih jauh terhadap lawan jenis seperti dalam deskipsi tidak dapat dikategorikan hajat karena belum ada ‘azm (keinginan kuat untuk menikahi orang tertentu). Sedang hubungan via 3G juga tidak diperbolehkan bila menimbulkan syahwat atau fitnah.

Referensi
1. Bariqah Mahmudiyyah vol. IV hal. 7
2. Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah vol. I hal. 12763
3. Ihya ‘Ulumiddin vol. III hal. 99
4. Hasyiyah al-Jamal vol. IV hal. 120
5. Is’adur Rafiq vol. II hal. 105
6. Al-Fiqhul Islamy vol. IX hal. 629
7. I’anatut Thalibin vol. III hal. 301

Pertanyaan

b. Mempertimbangkan ekses negatif yang ditimbulkan, kontak via HP (telpon, SMS, 3G, chatting, Friendster, facebook, dan lain-lain) dengan ajnaby, bisakah dikategorikan atau semakna dengan khalwah jika dilakukan di tempat-tempat tertutup ( baca : mojok )?

Jawaban

Kontak via HP sebagaimana dalam deskripsi di atas yang dapat menimbulkan syahwat atau fitnah tidak dapat dikategorikan khalwah namun hukumnya haram.

Referensi
1. Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 125
2. Al-Qamus al-Fiqhy vol. I hal. 122
3. Bughyatul Mustarsyidin hal. 200
4. Asnal Mathalib vol. IV hal. 179
5. Al-Mausu’atul Fiqhiyyah vol. IXX hal. 267
6. Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 467
7. Al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra vol. IV hal. 107-107
8. Hasyiyah Jamal vol. IV hal. 121
9. Is’adur Rafiq vol. II hal. 93
10. Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 121I’anatut Thalibin vol. III hal. 301
11. Qulyuby ‘Umairah vol. III hal. 209

selengkapnya :
http://shodiq.com/2009/05/26/berita-yang-benar-mengenai-fatwa-pengharaman-facebook-friendster/


Responses

  1. pengeluaran fatwa ulama mengenai suatu hal memang sesuatu yang wajar, apalagi menyangkut kepentingan umat. termasuk mengenai facebook. kalau menurut hemat saya, facebook sama dengan hal lainnya. yaitu mengandung manfaat dan madharat tergantung dari aspek si pengguna. kalau dipergunakan sebagai wasilah untuk menyambung tali silaturahim atau bahkan berdakwah sekalipun, tentu akan sangat bermanfaat nilainya. namun lain halnya apabila digunakan untuk yang berkebalikan.
    oleh karena itu, sebagai masyarakat umum hendaknya kita mafhum dengan adanya fatwa semacam ini. pada dasarnya bukan untuk mengintervensi umat secara utuh, namun lebih kepada upaya preventif dari para ulama agar umatnya tidak terjerumus ke dalam jurang dosa.
    Mengembalikan Jati Diri Bangsa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: