Posted by: media surviva | 2 June 2009

Sudah Khusyuk-kah Kita?

Banyak fenomena-fenomena yang merisaukan muncul di tengah-tengah kita. Misalnya, hati keras, mata “kering” tidak bisa menangis, badan labil, dan tidak adanya perenungan ayat-ayat Allah ta’ala, disebabkan gelombang materi (dunia) yang menyerbu hati kita dengan gencar. Walhasil, materi (dunia) ikut hadir bersama kita disetiap sholat kita, saat kita membaca Al-Qur’an, ketika kita ziarah kubur dan mengunjungi rumah sakit. Tidak sedikit diantara kita yang tidak banyak membaca Al-Qur’an. Kalaupun ia banyak membaca Al-Qur’an, hatinya tidak memahami apa yang ia baca. Qiyamul lail menjadi ibadah super berat bagi sebagian orang. Kalaupun ia mengerjakan qiyamul lail, ia mengerjakannya dengan terburu-buru dan gerak cepat seperti ayam mematuk makanan di tanah.

Materi (dunia) itu kotoran yang merasuk ke hati kita dan hati kita tidak mungkin kembali ke kondisi ideal, kecuali dengan membersihkannya dari semua kotoran yang melekat padanya. Utsman bin Affan radhiyallahu anhu berkata, “Jika hati kalian bersih, kalian tidak merasa kenyang dengan firman Allah ta’ala.”

Seseorang tidak hanya perlu membersihkan tubuhnya dengan air, namun juga harus membersihkan hatinya dari kotoran dunia, agar memperoleh kekhusyukan, yang sekarang tiada lagi.

Perbedaan antara khusyuk hakiki dengan khusyuk palsu

Menurut Ibnu Al-Qayyim rahimahullah, khusyuk yang benar ialah kekhusyukan iman. Menurutnya, kekhusyukan iman ialah (ketundukan) hati kepada Allah ta’ala, dengan cara mengagungkanNya, takut, dan malu kepada-Nya. Lalu, hati pasrah kepada-Nya, dalam bentuk kepasrahan yang disertai perasaan takut, malu, mengakui nikmat-nikmat-Nya, dan kesalahan-kesalahan dirinya. Jika itu tercapai, hati pasti khusyuk (tunduk), lalu organ tubuh ikut khusyuk.”

Kekhusyukan ialah merasakan keagungan Allah ta’ala dan kekuasaan-Nya saat Anda berdiri di depan-Nya. Juga mengakui seluruh nikmat yang Dia berikan dan tidak dapat dihitung, karena saking banyaknya. Juga ingat kelalaian Anda mengelola seabrek nikmat ini.

Sikap seperti ini membuat Anda malu dan hati tunduk kepada-Nya secara perlahan. Hati berada di puncak ketundukan saat seseorang ingat maksiat-maksiat yang pernah ia lakukan, ingat kelalaian dirinya terhadap rahmat dan kasih sayang Allah ta’ala kepadanya. Saat itu, hati menjadi khusyuk dan organ tubuh selalu sadar.

Sedangkan khusyuk palsu, maka itulah khusyuk kemunafikan menurut Ibnu Al-Qayyim. Ia berkata, “Organ tubuh terlihat mengerjakan hal-hal yang dipaksakan dan hati tidak khusyuk. Salah seorang sahabat berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah dari khusyuk kemunafikan.’ Ditanyakan kepada sahabat itu,’Apa itu khusyuk kemunafikan?’ Sahabat itu menjawab, ‘Tubuh terlihat khusyuk, tapi hati tidak khusyuk’.”

Khusyuk Semu

Banyak orang menduga khusyuk itu menundukkan kepala, atau jalan pelan-pelan, atau merendahkan suara. Mereka lupa kalau khusyuk itu di hati. Umar bin Khathab radhiyallahu anhu melihat seseorang membungkuk saat shalat, lalu Umar bin Khathab berkata, “Pak, angkat lehermu! Khusyuk itu bukan di leher, namun di hati.”

Umar bin Khathab radhiyallahu anhu ahli ibadah sejati, seperti dikatakan Aisyah radhiyallahu anha ketika melihat sejumlah pemuda berjalan perlahan. Kata Aisyah kepada sahabat pemuda-pemuda itu, “ Siapa pemuda-pemuda tersebut?” Sahabat pemuda itu menjawab, “Mereka ahli ibadah.” Aisyah berkata, “Jika Umar bin Khathab berjalan cepat, jika berkata maka suaranya keras menggelegar, jika memukul maka menyakitkan, dan jika makan sampai kenyang. Ia ahli ibadah sejati.”

Kendati demikian, Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu tidak membungkuk atau jalan perlahan. Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Umar bin Khaththab membaca salah satu ayat, lalu tak sadarkan dirinya. Ia berada dirumahnya berhari-hari dan dikunjungi karena dikira sakit.”

Dari buku Taujih Ruhiyah
Pesan-Pesan Spiritual Penjernih Hati
Abdul Hamid Al-Bilali


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: