Posted by: media surviva | 8 June 2009

Profit On Profit

Definisi ahli keuangan, kaya dihitung dari jumlah aset yang dimiliki. Banyak yang bertanya: bagaimana cara menginvestasikan dana sebagai pegawai sehingga memiliki aset yang cukup diwaktu pensiun nanti ataupun ketika badai PHK melanda?

Banyak sekali pegawai yang terjebak dengan pola konsumtif diwaktu usia produktif sehingga ketika pensiun baru menyadari tidak memiliki aset yang dibutuhkan untuk menyokong hidup masa tua dan membiayai sekolah anak-anaknya.

Sebagai pegawai, cara investasi saya pelajari sejak saya SMA dari sebuah buku pelajaran bahasa Inggris saat saya kursus Bahasa Inggris di LIA Pramuka tahun 1990an . Satu kalimat di buku tersebut tertanam di benak saya mengenai investasi yaitu: Profit on Profit. Konsep ini mendasari semua investasi yang saya lakukan.

Selain dari buku tersebut, saya beruntung pernah mendapatkan pelatihan Fund Management sehingga cukup paham dengan cara investasi instrumen keuangan seperti saham, futures, forex trading, obligasi dll.

Investasi lain yang saya kuasai adalah perdagangan ritel yang saya dapatkan dari orang tua saya. Namun cara investasi yang paling saya kuasai adalah properti dan ilmu ini saya peroleh dari mertua saya. Kunci dari investasi properti adalah bagaimana memilih properti yang menguntungkan dan kuncinya adalah :
1. Lokasi
2. Lokasi
3. Lokasi

Mengapa Lokasi? Karena lokasi menentukan return dari investasi yang dilakukan.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Profit on Profit?

Konsep Profit on Profit secara singkat adalah disiplin dalam berinvestasi dimana setiap investasi bila menghasilkan suatu Pendapatan atau Profit maka Profit tersebut diinvestasikan lagi ke bentuk yang lain. Profit dari bentuk lain inilah yang dapat dikonsumsi. Semakin banyak dan panjang rantai profit maka akan semakin cepat penggandaan aset yang dimiliki dan juga mengurangi resiko kehilangan seluruh investasi sekaligus.

Contohnya seperti ini: Saya investasi apartment senilai 500 juta dan disewakan senilai 50 juta per tahun maka 50 juta tersebut saya investasikan dalam obligasi dan yield obligasi perbulan misalnya 500 ribu maka yang bisa saya konsumsi per bulan adalah 500 ribu.

Dengan penguasaan akan berbagai teknik investasi dan dukungan teknologi internet, pilihan investasi menjadi beragam. Kembali ke contoh aset apartment, bila saya tidak paham obligasi maka hasil sewa bisa saja saya investasikan dalam bentuk saham, futures atau juga saya belikan barang-barang murah dari dalam dan luar negeri untuk dijual secara online di Indonesia. Keuntungan penjualan saham, futures dan perdagangan ritel baru dapat saya nikmati untuk barang konsumtif.

src : http://marketertalk.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: