Posted by: media surviva | 30 June 2009

From Hero To Zero

New York – Di dunia bursa saham, sosok Bernard L Madoff terbilang sangat legendaris. Pembawaan yang ramah dan karismatik membuatnya disegani banyak pihak. Apalagi ia sempat menjabat sebagai Chairman di Nasdaq, salah satu bursa saham terbesar di AS.

Hidupnya pun sangat mapan dengan apartemen penthouse di Manhattan, pesawat jet pribadi dan kapal pesiar yang ditambatkan di French Riviera.

Kehidupan Madoff memang sangat sempurna, setidaknya hingga pertengahan 2008. Karena pada akhir tahun lalu, rahasia besar di dunia investasi AS terungkap dan menyeret nama Madoff.

Desember 2008, pasar finansial AS dihebohkan dengan pembobolan dana terbesar sepanjang sejarah dengan kerugian yang mencapai US$ 50 miliar atau sekitar Rp 500 triliun, hampir setara dengan setengah APBN Indonesia.

Melalui skema investasi bernama skema Ponzi, Madoff berlaku sebagai otak penipu yang menelan banyak korban. Korbannya pun tak main-main. Mulai dari pejabat, artis, hingga orang-orang kaya di AS dan Eropa harus gigit jari akibat kelakuan licin Madoff.

Madoff menjalani usaha kotornya ini melalui perusahaan investasinya, Bernard L. Madoff Investment Securities LLC. Skema Ponzi pun diluncurkan perusahaan ini sejak 2005 untuk menjerat para korban.

Skema Pnozi

Skema Ponzi merupakan sebuah istilah untuk praktek kotor dalam bisnis keuangan yang menjanjikan pemberian keuntungan berlipat ganda yang jauh lebih tinggi dari keuntungan bisnis riil bagi investor yang mau menyimpan dana investasinya lebih lama di perusahaan investasi seperti sekuritas, bank, asuransi ataupun investment banking. Para invesor umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu darimana perusahaan membayar keuntungan yang dijanjikan.

Nama Ponzi diambil dari seorang penipu bernama Charles Ponzi yang tinggal di Boston, AS. Ponzi terkenal dengan penipuannya karena menawarkan investasi berupa transaksi spekulasi perangko AS terhadap perangko asing di era 1919-1920.

Untung yang dijanjikan Ponzi ternyata hasil tambal sulam. Pada pertengahan Agustus 1920, audit oleh pemerintah terhadap usaha Ponzi menemukan bahwa Ponzi sudah bangkrut. Total aset yang dimilikinya sekitar US$ 1,6 juta, jauh di bawah nilai utangnya kepada investor.

Nah, yang dilakukan oleh investor kawakan Wall Street, Bernard Madoff juga demikian. Madoff menggunakan dana dari investor baru untuk membayar bunga investor lama. Nilainya terus bertumpuk-tumpuk hingga mencapai US$ 50 miliar. Penipuan Madoff baru terungkap setelah para investor menarik dananya sehubungan dengan krisis finansial. Disitu baru diketahui bahwa Madoff sudah kehabisan dana.

Penipuan Madoff tak akan jadi sebesar sekarang jika korbannya hanya orang biasa. Siapa saja yang jadi korban Madoff? Berikut daftar korban yang dikutip dari AFP, Selasa (30/6/2009).

Korban Individu
Mantan presenter talk show, Larry King
Chief Executive DreamWorks Animation, Jeffrey Katzenberg
Aktor Hollywood, Kevin Bacon
Sutradara asal Spanyol, Pedro Almodovar
Aktor Hollywood, John Malkovich
Pengusaha wanita terkaya di Spanyol, Alicia Koplowitz
Taipan properti real estate, pemilik New York Daily News dan US News & World Report, Mort Zuckerman
Senator AS, Frank Lautenberg
Para pemilik tim baseball New York Mets, Fred Wilpon dan Saul Katz

Korban Kelompok Sosial
Yayasan Steven Spielberg (sutradara pemenang Oscar)
The Elie Wiesel Foundation for Humanity

Korban Investor Institusional
Britain’s Man Group investment fund
Royal Bank of Scotland
HSBC banking
BNP-Paribas Perancis
Netherland’s Fortis Bank
The EIM hedge fund yang dikendalikan miliarder Arpad Busson kekasih artis Hollywood Uma Thurman
Banco Santander Spanyol
Luxalpha fund, bank UBS di Luxembourg yang mengelola aset sejumlah miliarder Perancis pemilik L’Oreal, Liliane Bettencourt’s.

Setelah bertahun-tahun bergelut dengan permainan kotornya, kini nama Madoff justru makin legendaris karena sering menghiasi media-media di seluruh dunia.

Senin (29/6/2009), Madoff resmi divonis kena hukuman penjara 150 tahun yang merupakan tuntutan terberat dari jaksa. Bagi Madoff yang kini berusia 70 tahun, hukuman ini sama saja dengan penjara seumur hidup.

“Pengadilan memutuskan Bernard Madoff dikenakan hukuman penjara 150 tahun,” kata Hakin Denny Chin seperti dikutip AFP, Selasa (30/6/2009).

Tak cuma penjara seumur hidup, Madoff juga harus merelakan semua asetnya disita karena ia diwajibkan membayar denda US$ 170 miliar. Sang istri, Ruth Madoff, juga dikenakan denda sebesar US$ 85 juta. Akibatnya, Madoff kini melarat dan sang istri hanya punya uang tunai sebanyak US$ 2,5 juta.

Dalam persidangannya, Madoff sempat meminta maaf pada korban-korbannya.

“Saya minta maaf. Saya sudah memalukan keluarga saya. Saya bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang terjadi,” ujarnya.

Kini, Madoff kehilang segalanya. Apartemen, pesawat jet dan kapal pesiar pribadi hilang bersama denda yang harus dibayarnya. Nama baik dan prestasinya sebagai investor handal kini berganti jadi penipu ulung. Kehangatan keluarga yang menemani selama puluhan tahun pun lenyap.

“Orang yang bertanggung jawab atas semua penipuan ini bukan orang yang saya kenal selama ini,” sesal sang istri, Ruth Madoff.

From hero to zero, mungkin istilah inilah yang menggambarkan garis kehidupan Madoff.(lih/qom)

src : detikfinance.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: