Posted by: media surviva | 12 June 2011

Ringkasan Buku 8 Habits

Stephen Covey merasa bahwa sifat manusia yang efektif hasil pemikirannya terdahulu (7 Habits) masih kekurangan akan sesuatu. Covey mengatakan bahwa menjadi manusia yang efektif ? baik secara individu maupun organisasi bukan lagi merupakan pilihan masa kini. Sebaliknya, itu telah menjadi harga yang harus dibayar untuk memasuki permainan kehidupan.

Bertahan hidup, berinovasi, mengungguli dan memimpin pada saat ini menuntut kita untuk membangun dan meraih lebih dari dari sekedar efektif. Tuntutan dari kebutuhan masa kini adalah kebesaran (greatness).

Dalam pengantarnya, Covey juga menyebutkan bahwa sifat ke-8 bukan merupakan penambahan terhadap 7 sifat sebelumnya. Sifat ke-8 ini adalah mengenai melihat dan menuai kekuatan dimensi ketiga dari 7 sifat sebelumnya untuk memenuhi tantangan inti masa sekarang.

Kebiasaan ke-8 yaitu :

“Temukan suaramu dan inspirasikan yang lain untuk menemukan (find your voice and inspire to find theirs)”.

Suara itu sendiri didefinisikan sebagai kepentingan pribadi yang unik (unique personal significance). Suara itu merupakan talenta (bakat alamiah dan kekuatan), kecintaan (sesuatu yang memberikan tenaga, menghibur, memberikan motivasi dan menginspirasi kita secara alami), serta kebutuhan dan kesadaran (suara kecil dalam diri yang memastikan apa yang benar dan mempercepat kita untuk melakukannya).

Kita sebagai manusia mampunyai kebebasan memilih. Sejarah manusia (yang bebas) bukanlah ditulis dengan kebetulan, tetapi dengan pilihan. Di sisi lain kita kita memiliki 4 jenis jenis intelegensi/kemampuan secara alami : mental/pikiran (IQ), tubuh (PQ), emosi (EQ), dan spitirual (SQ).

Pada semua manusia yang hebat, kita dapat menemukan manifestasi tertinggi dari ke-4 jenis intelegensi tersebut, yakni : visi (kemampuan mental), disiplin (kemampuan emosional), kecintaan (kemampuan spiritual), kesadaran (kemampuan spitirual).

Visi adalah melihat dengan mata hati apa yang mungkin terhadap orang, proyeksi, penyebab, ataupun permasalahan yang dihadapi perusahaan. Disiplin adalah membayar harga untuk membawa visi menjadi penyataan. Kecintaan adalah api dan kekuatan yang mempengaruhi, serta tenaga yang mempertahankan disiplin untuk meraih visi.
Kesadaran adalah perasaan mental dalam diri terhadap apa yang benar dan salah, serta tenaga terhadap arti dan kontribusi.

Bila kita menghargai, mengembangkan, mengintegrasikan dan menyeimbangkan kemampuan ini dan meraih manifestasi tertingginya, sinergi diantaranya akan menyalakan api dalam diri kita sehingga kita menemukan suara hati kita.

Dalam organisasi yang sudah akut ke-4 kompetensi tersebut telah lumpuh. Dalam hal mental tidak ada visi/nilai bersama. Dalam hal tubuh, terdapat ketidaksesuaian (misalnya persaingan antar
departemen ataupun kemunafikan). Dalam hal emosi terdapat ketidakberdayaan (apatisme, bosan, ataupun kemarahan). Dalam hal spiritual, kepercayaan yang ada sudah memudar.

Tugas kepemimpinan adalah mengatasi ke-4 sindroma akut tersebut.Dalam hal mental, harus dilakukan pencarian jalan (pathfinding). Dalam hal tubuh, harus dilakukan penyesuaian (alignment). Dalam hal hati harus dilakukan pemberdayaan (empowering). Dalam hal spiritual, harus dilakukan pemodelan (modelling). Proses inilah yang dimaksud dengan “menginspirasi” yang lain untuk menemukan suaranya”. Kata kunci untuk
meraih kesemua ini adalah fokus dan eksekusi.

Terdapat sejumlah prinsip dalam hal pemodelan dan pencarian jejak : suara pengaruh, suara kelayakpercayaan, suara dan kecepatan kepercayaan, serta satu suara. Di sisi lain, dalam hal penyesuaian dan pemberdayaan dibutuhkan suara eksekusi dan suara pemberdayaan.

Kebiasaan ke-8 merupakan titik potong tengah antara tiga hal : kebesaran pribadi (visi, disiplin, kecintaan dan kesadaran); kebesaran organisasi (visi, misi dan nilai); kebesaran kepemimpinan (pemodelan, pencarian jejak, penyesuaian, dan pemberdayaan).

Sementara itu kehidupan mempunyai makna yang dapat dirangkum sebagai 4L, yaitu : live (bertahan hidup), love (mencintai), learn (belajar), dan leave a legacy (meninggalkan warisan).

Berbeda dari buku 7 Habits sebelumnya yang rekan-rekan semua pernah membacanya yang sangat berorientasi pada kepraktisan, keseluruhan dari The 8th Habit ini lebih berorientasi pada teori. Bahkan di bagian
appendiks buku ini juga ditemukan hasil penelitian Stephen Covey terhadap Execution Question (xQ) yang dilakukannya, serta sejumlah pembahasan literatur dan teori tentang kepemimpinan.

src : http://www.inspirasiindonesia.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: