Posted by: media surviva | 17 February 2012

9 Pertanda Terancam Bangkrut

Masalah keuangan sudah menjadi masalah umum yang dialami kebanyakan orang. Biasanya, saat kita menjumpai jalan buntu, kita meminta tolong dan bantuan pinjaman dari saudara, keluarga, kartu kredit, atau mencari dana pinjaman dengan tingkat pengembalian yang tinggi.

Jika kita mengalami situasi tersebut dapat dikatakan kondisi kita bangkrut. Namun bila kita belum pernah menemui kondisi seperti tersebut di atas, kita termasuk beruntung. Apabila memungkinkan, jangan sampai kondisi itu menimpa pada diri kita.

Menurut Money Matters, Selasa (14/2/2012), terdapat beberapa ciri yang menunjukkan seseorang terancam bangkrut. Dengan mengenali ciri-ciri kebangkrutan sejak dini, semoga kita dapat terhindar dari kebangkrutan.

  1. Tidak mengetahui uangnya ke mana saja

Sebagian besar orang yang akan mengalami bangkrut senantiasa merasa kekurangan uang, sebab mereka tak mengetahui ke mana saja uang yang sudah didapatkan. Hal tersebut didukung fakta bahwa mereka tidak memiliki rincian pengeluaran dan belanja bulanan, apalagi rincian pengeluaran kecil yang lainnya. Untuk menghindari hal itu, kita bisa membuat rencana belanja dan pengeluaran bulanan secara tertib dan tidak keluar dari jalur yang sudah kita tetapkan.

  1. Tidak memiliki rencana jangka panjang

Ciri lain dari orang yang mengalami kekurangan uang disebabkan tidak mempunyai rencana jangka panjang, melalui tabungan serta investasi. Apabila mereka memiliki rencana untuk kurun waktu satu bulan, hal itu lebih baik dibandingkan tanpa rencana bulanan sama sekali. Meskipun pada akhirnya rencana bulanan tersebut berbeda dari target awal, paling tidak kita telah memiliki rencana dan berusaha untuk konsisten dengan rencana yang sudah dibuat.

  1. Belanja sesuatu yang tak perlu

Setiap orang memiliki teman, sahabat atau bahkan keluarga dan saudara yang menyukai belanja serta membeli sesuatu yang seringkali tidak diperlukan. Melihat seri terbaru dari gadget? Mereka tergoda untuk langsung membeli, baik dengan cara tunai maupun kredit, meskipun barang dengan versi sebelumnya masih bagus dan berfungsi. Ada televisi layar datar terbaru yang launching? Karena gaya hidup, mereka membeli agar dibilang mengikuti trend dan tidak ketinggalan jaman sebab mengikuti dan memiliki televisi versi terbaru.

  1. Korban gaya hidup

Sebagian besar orang yang bergaji besar tidak mau ketinggalan jaman dengan mengikuti gaya hidup terkini yang mewah, bahkan, justru mereka menghamburkan lebih banyak uang untuk mengikuti gaya hidup tersebut. Dibanding memilih untuk menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan dan investasi, mereka lebih memilih untuk meninggikan strata kehidupannya, dengan cara membeli rumah yang lebih besar, mengganti dengan mobil baru serta belanja pakaian mode terbaru. Demi gaya hidup, mereka selalu berusaha lebih unggul daripada orang lain di sekitarnya.

  1. Membayar lebih mahal tanpa pikir panjang

Kebanyakan orang mengalami bangkrut disebabkan hal tersebut. Mereka seringkali cepat untuk mengeluarkan uang padahal belum mengetahui nilai sesungguhnya sebuah barang. Mereka jarang bahkan tak pernah menanyakan apakah harga barangnya masih dapat ditawar atau memperoleh diskon. Jika dapat mengeluarkan uang lebih sedikit, mengapa tidak? Kita biasakan untuk tidak membayar sesuatu barang lebih mahal dari harga wajar di pasaran.

  1. Gemar berhutang

Prinsip yang dianut mereka adalah sepanjang masih dapat berhutang, mereka akan lakukan. Jarang disadari bahwa makin lama jangka waktu untuk pembayaran cicilan maka uang yang mesti dikeluarkan makin banyak. Banyak yang menawarkan barang dengan ilusi bunga 0% selama tiga bulan pertama. Namun berikutnya, mereka tanpa sadar akan mengambil kredit lagi hingga akhirnya terlilit hutang.

  1. Mengandalkan orang lain

Sebagian besar kita pasti pernah mengetahui seseorang yang senantiasa meminta bantuan pada orang tua, saudara, keluarga atau kawannya apabila terlibat dengan masalah keuangan. Mereka yang membuat masalah sendiri namun berharap dapat diselesaikan oleh orang lain.

  1. Mengorbankan keuntungan masa depan untuk kesenangan sesaat

Orang dengan kebiasaan tersebut kesulitan untuk dapat mengerti bahwa menghemat uang serta bekerja keras akan memperoleh keuntungan di masa depan, dibandingkan dengan menghamburkan uang di saat kini. Mereka seringkali tidak sadar bahwa dengan menabung saat ini dapat meningkatkan keuntungan pada masa mendatang.

  1. Lebih senang dikira kaya, daripada benar-benar kaya

Satu lagi yang menjadi ciri orang terancam kebangkrutan adalah lebih senang dikira banyak uang oleh orang lain, meskipun yang terjadi justru sebaliknya. Bahkan mereka tak peduli apakah dirinya sukses atau tidak, baginya yang penting orang lain mengira dirinya sukses dan punya banyak harta melimpah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: