Posted by: media surviva | 18 February 2012

Agar Ide Bisnis Tidak Dicuri

Banyak pebisnis yang tidak mempunyai ide-ide yang kuat serta etika bisnis yang memadai. Bahkan mereka mencuri ide maupun hak cipta orang lain (yang biasa disebut hak kekayaan intelektual) serta memata-matai langkah produksi dan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan pesaingnya.

Agar kita tidak terjebak pada tindakan pencurian ide dan merek (atau hal lain yang berkaitan dengan bisnis), segera kita lakukan proteksi terhadap bisnis kita dengan 5 cara berikut ini:

Catat dan simpan. Kita catat secara teliti detail dari ide brilian kita, termasuk diantaranya dengan siapa dan kapan kita membagi ide tersebut. Kemudian kita simpan di komputer atau ponsel, tentunya dalam file yang diproteksi dengan password. Selanjutnya sebagai back-up, kirimkan email yang berisi file ide tersebut ke alamat email kita yang lain, sehingga kita dapat mengetahui kapan kita pertama kali membuat catatan ide tersebut.

Daftarkan ide dan merek kita. Silakan membuka website Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (www.dgip.go.id) di mana terdapat informasi yang mengidentifikasi tipe hak kekayaan intelektual apa saja yang kita miliki. Di sini kita bisa menemukan tata cara melakukan/mendaftarkan hak paten, hak merek, atau hak cipta, serta melakukan registrasi via online. Pada website tersebut kita dapat melakukan pengecekan apakah merek yangkita buat telah didaftarkan oleh orang lain (yang berarti bahwa merek kita sudah tidak eksklusif).

Kuatkan hak-hak Kita. Ketika kita mendaftarkan ide-ide kita, langkah selanjutnya adalah memperkuat hak-hak kita. Jika kita tidak agresif mengurus hak kekayaan intelektual kita, maka suatu saat kita bisa repot mengurusnya secara hukum ketika  ide atau kita diakui orang lain.

Jangan lupakan untuk menggunakan perjanjian dengan pihak ketiga, mitra ataupun vendor, investor, juga karyawan, untuk tidak membocorkan rahasia dan melakukan persaingan usaha yang sehat (sebagai contoh seperti: tidak memasang harga di bawah harga pasar). Silakan untuk mengecek http://www.hukumonline.com untuk mengetahui bermacam peraturan perundang-undangan terkait dunia usaha. Ketika kita membuka informasi, pastikan bahwa hal ini hanyalah sebagai pengetahuan saja. Kita juga perlu memastikan bahwa kita memberikan informasi regulasi yang dapat diakses dan diunduh karyawan.

Cari penasihat hukum. Saat usaha yang kita rintis sudah semakin berkembang, pekerjakan atau karyakan seorang pengacara yang berspesialisasi di bidang kekayaan intelektual. Dari situ, kita akan sangat terbantu ketika menjalani suatu prosedur hukum, karena terdapat pakar dan ahli yang selalu menunjukkan dan membimbing langkah-langkah kita, juga memberikan saran mengenai apa saja yang harus kita lakukan.

Sumber: Berbagai sumber


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: