Posted by: media surviva | 27 February 2012

Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Stop Bekerja dan Mulai Usaha Sendiri

Banyak diantara kita memimpikan untuk bekerja dan menghasilkan uang di rumah, tanpa mengganti baju tidur sambil minum teh atau kopi di meja kerja. Banyak orang mendambakan bekerja tanpa terjebak kemacetan, tanpa kepanasan di jalan namun tetap menghasilkan uang bahkan lebih banyak hasilnya.

Hal itu sepertinya menyenangkan, namun butuh kerja keras, kerja cerdas dan dedikasi tinggi. Kita harus serius untuk menjadi bos bagi diri sendiri serta dapat menentukan tempat bekerja secara fleksibel, berikut ini beberapa tips yang dikutip dari Financial Edge, Kamis (11/1/2012).

  1. Analisa Keuangan Kita

Satu langkah penting ketika mulai menjalankan usaha sendiri adalah bisa mengetahui besaran pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Untuk apa pengeluaran dilakukan dan bagaimana pendapatan dihasilkan, kita layak mendapatkan data itu sejak awal dibangun.

Kita hitung seluruh keuangan yang terkait dengan baik, tidak hanya keuangan pribadi namun juga perkiraan biaya dan belanja yang dibutuhkan untuk membuka usaha tersebut. Seberapa banyak uang yang dibutuhkan untuk memulai? Seberapa banyak biaya operasi setelah satu minggu berjalan, satu bulan berjalan? Dengan angka-angka ini, kemampuan keuangan kita akan terlihat lebih jelas.

  1. Perhatikan Stabilitas dan Disiplin Diri

Uang bukanlah faktor utama untuk menjalankan bisnis. Kita harus mengetahui bagaimana bertindak, berusaha dan disiplin dalam menjalankan usaha sendiri. Sebagai contoh antara lain:

Tingkat emosi: Apakah kita mudah marah atau panik? Apa kita sulit berpikir ketika ada masalah? Bagaimana sikap kita menghadapi tekanan dalam bekerja?
Faktor pendukung: Apakah kita mendapatkan dukungan dari keluarga dan sahabat? Apakah kita punya mentor yang mahir dalam bisnis, mentor yang dapat dimintai bantuan dalam mengambil keputusan dan meminta masukan?
Keahlian manajemen: Apakah kita terlalu bekerja keras?  Apakah kita terbiasa kerja dengan tenggat waktu? Bisa memimpin orang lain dalam organisasi?

Ketika menjadi bos bagi diri sendiri berarti kita harus menghargai waktu, uang dan proyek.

  1. Susun Rencana Kerja

Jika kita menjadi bos, berarti kita akan memiliki karyawan, sehingga perlu disusun bagaimana rencana kerjanya nanti? Jangan menentukan rencana kerja dengan setengah hati karena bisnis ini yang akan menjadi penopang hidup kita, setelah berhenti dari pekerjaan.

Sebagai contoh kita berniat menjadi konsultan bisnis,rencana jangan hanya berhenti sampai di situ. Harus ditentukan juga menjadi konsultan bisnis di bidang apa kita akan bergerak.  Termasuk juga siapa customer potensial kita yang akan dibidik.

  1. Mulailah Bekerja Paruh Waktu

Kita memerlukan setidaknya beberapa bulan untuk benar-benar mulai menjalankan bisnis sendiri secara penuh. Untuk permulaan, kita dapat melakukan secara paruh waktu. Sebagian besar waktu kita lalui dengan bekerja di kantor. Pada akhir pekan, kita bisa menjalankan bisnis pribadi kita tersebut.

Mengapa harus perlahan-lahan? Mengapa tidak langsung fokus sekaligus? Alasannya, mencari customer tidak semudah yang kita bayangkan, perlu banyak waktu, pikiran dan tenaga. Bahkan, waktu kerja kita tidak akan terlalu padat ketika memulai  bisnis, sehingga selain sebagai antisipasi jika bisnis kita belum berhasil, kita masih punya cadangan penghasilan dari kantor kita.

Kita tunggu sampai benar-benar customer dan keuangan siap dikerjakan secara penuh. Oleh karenanya sementara dilakukan dua pekerjaan sekaligus. Otomatis, kita akan lebih sibuk, namun ini akan membantu kita untuk mengatur manajemen waktu.

  1. Jalankan Masa Transisi

Ketika jumlah pelanggan sudah semakin banyak, keinginan bekerja di rumah akan semakin besar. Pada titik tersebut, kita memasuki masa transisi yang sangat penting.

Jika memungkinkan, minta kepada bos kita untuk mengurangi jam kerja kita, sehingga bisa lebih fokus kepada bisnis pribadi. Jika tak memungkinkan, kita harus bekerja lebih keras. Di samping itu, dari sisi keuangan semakin kita berhemat maka semakin baik untuk bisnis.

  1. Siapkan ‘Kantor’

Setelah semua unsur sudah siap, kita sudah bisa menjadi sebuah entitas bisnis yang legal. Kita urus semua urusan administrasi untuk kebutuhan pembentukan perusahaan sehingga tidak ada aspek hukum yang mengganjal di kemudian hari. Untuk menghemat waktu, kita bisa mintalah bantuan profesional untuk mengurus semua ini.

Kita harus segera menentukan apakah mengakhiri masa transisi ini dengan mengerjakan bisnis pribadi atau masih ingin menjadi karyawan? Semakin cepat masa transisi ini diakhiri maka semakin cepat pula bisnis secara penuh kita dimulai.

  1. Jangan Putus Hubungan

Ketika sudah masanya untuk mengucapkan perpisahan kepada perusahaan tempat kita bekerja selama ini, lakukan dengan profesional. Bisa jadi, beberapa rekan kerja kita di tempat yang lama bisa membantu bisnis kita ke depan. Kita usahakan jangan sampai putus hubungan hanya karena kita keluar dari pekerjaan.

  1. Pastikan Pekerjaan Terus Mengalir

Kunci sukses sebuah bisnis adalah memastikan pekerjaan terus mengalir. Kita atur semua jadwal pekerjaan yang paling utama, sehingga tidak ada pekerjaan yang terlewat. Dan kini, semua tergantung pada kita sendiri, mulai dari mencari pelanggan hingga mendapat penghasilan dan pemasukan setiap akhir bulan.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: